Wednesday, 27 January 2016

Beasiswa Magister dan Doktor

1.
Overview
Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) Program Magister dan Doktoral adalah program beasiswa yang dibiayai oleh pemerintah Indonesia melalui pemanfaatan Dana Pengembangan Pendidikan Nasional (DPPN) dan dikelola oleh LPDP untuk pembiayaan studi lanjut pada program Magister atau program Doktoral di Perguruan Tinggi di dalam dan di luar negeri.
Beasiswa ini bertujuan untuk mendukung ketersediaan sumber daya manusia Indonesia yang berpendidikan dan berkualitas serta memiliki jiwa kepemimpinan yang tinggi dan mempunyai visi masa depan bangsa yang kuat sebagai pemimpin Indonesia masa depan. Komitmen LPDP tersebut diwujudkan melalui pemberian bantuan pendanaan dalam bentuk beasiswa kepada masyarakat untuk studi lanjut pada program Magister atau program Doktoral di Perguruan Tinggi unggulan baik di dalam maupun di luar negeri bagi yang memenuhi kualifikasi LPDP.
Sasaran pelamar BPI Program Magister dan Doktoral adalah Warga Negara Indonesia (WNI) yang mempunyai kemampuan akademik yang unggul dan jiwa kepemimpinan yang kuat serta berkeinginan untuk melaksanakan studi lanjut pada program Magister atau program Doktoral pada perguruan tinggi tujuan LPDP baik pada bidang ilmu yang sama maupun berbeda dengan bidang ilmu pada jenjang pendidikan sebelumnya.
Sasaran Bidang Ilmu BPI Program Magister dan Doktoral, sesuai prioritasnya, adalah sebagai berikut:
1.
Bidang Teknik,
2.
Bidang Sains,
3.
Bidang Pertanian,
4.
Bidang Kelautan dan Perikanan,
5.
Bidang Kedokteran dan Kesehatan,
6.
Bidang Akuntansi dan Keuangan,
7.
Bidang Hukum,
8.
Bidang Agama,
9.
Bidang Pendidikan,
10.
Bidang Sosial,
11.
Bidang Ekonomi,
12.
Bidang Budaya, Seni dan Bahasa,
13.
Bidang lainnya.
Selain itu BPI Program Magister dan Doktoral juga memiliki tema prioritas sebagai berikut:
1.
Kemaritiman,
2.
Perikanan,
3.
Pertanian,
4.
Ketahanan Energi,
5.
Ketahanan Pangan,
6.
Industri Kreatif,
7.
Manajemen Pendidikan,
8.
Teknologi Transportasi,
9.
Teknologi Pertahanan dan Keamanan
10.
Teknologi Informasi dan Komunikasi,
11.
Teknologi Kedokteran dan Kesehatan,
12.
Keperawatan
13.
Lingkungan Hidup,
14.
Keagamaan,
15.
Ketrampilan (Vokasional),
16.
Ekonomi/Keuangan Syariah,
17.
Budaya/Bahasa, dan
18.
Hukum Bisnis Internasional.
2.
Persyaratan Pendaftar
Persyaratan bagi pelamar BPI untuk program Magister atau program Doktoral dijabarkan dalam persyaratan umum dan persyaratan khusus berikut.
1.
Persyaratan Umum
a.
Warga Negara Indonesia (WNI);
b.
Telah menyelesaikan studi program sarjana atau program magister dari:
1.
Perguruan Tinggi di dalam negeri yang telah terakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), atau
2.
Perguruan Tinggi kedinasan dalam negeri, atau
3.
Perguruan Tinggi di luar negeri yang telah terdaftar pada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
c.
Memiliki karakter kepemimpinan, profesionalisme, nasionalisme, patriotisme, integritas, memiliki kepercayaan diri, kegigihan, kemandirian, kematangan dalam mengelola emosi, dan kemampuan beradaptasi;
d.
Berpartisipasi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan / keilmuan / inovasi / kreasi / budaya;
e.
Bersedia menandatangani surat pernyataan yang menyatakan bahwa pelamar:
1.
Bersedia kembali ke Indonesia setelah selesai studi;
2.
Tidak sedang menerima/akan menerima beasiswa dari sumber lain;
3.
Tidak terlibat dalam aktivitas/tindakan yang melanggar hukum, atau mengikuti organisasi yang bertentangan dengan ideologi Pancasila;
4.
Tidak pernah/akan terlibat dalam aktivitas/tindakan yang melanggar kode etik Akademik;
5.
Selalu mengabdi untuk kepentingan bangsa Indonesia;
6.
Selalu setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia;
7.
Sanggup memenuhi ketentuan beasiswa yang ditetapkan LPDP;
8.
Menyampaikan data dan dokumen yang benar, sesuai dokumen asli serta bersedia menerima sanksi hukum yang berlaku apabila dokumen tersebut tidak sah.
f.
Telah mendapatkan izin dari atasan bagi yang sedang bekerja;
g.
Surat keterangan berbadan sehat dan bebas narkoba (untuk semua pelamar tujuan dalam negeri serta luar negeri) dan untuk tujuan ke luar negeriditambah dengan bebas TBC yang dinyatakan oleh dokter dari Rumah Sakit Pemerintah;
h.
Telah mendapatkan rekomendasi dari tokoh masyarakat bagi yang belum/tidak sedang bekerja, atau rekomendasi dari atasan bagi yang sedang bekerja;
i.
Memiliki dan memilih bidang keilmuan yang sesuai dengan bidang keilmuan yang menjadi sasaran LPDP;
j.
Memilih program studi dan Perguruan Tinggi yang sesuai dengan ketentuan LPDP;
k.
Menulis essay (500 sampai 700 kata) dengan tema: “Kontribusiku Bagi Indonesia: kontribusi yang telah, sedang dan akan saya lakukan untuk masyarakat / lembaga / instansi / profesi komunitas saya” dan “Sukses Terbesar dalam Hidupku”;
l.
Apabila terdapat pemalsuan data atau dokumen maka pendaftar dinyatakan gugur dan tidak berhak mendaftar lagi di LPDP;
m.
Menyerahkan Surat Kelakuan Baik/ Suat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) yang dibawa pada waktu seleksi wawancara;
2.
Persyaratan Khusus
Pelamar beasiswa untuk studi lanjut program Magister dan program Doktoral adalah mereka yang memenuhi ketentuan berikut ini.
a.
Untuk pelamar beasiswa program Magister:
1.
Usia maksimum pelamar pada 31 Desember di tahun pendaftaran adalah 35 (tiga puluh lima) tahun,
2.
Telah menyelesaikan studi pada program sarjana/sarjana terapan dantidak berlaku bagi mereka yang telah menyelesaikan program magister baik dalam maupun luar negeri.
3.
Mempunyai Letter of Acceptance (LoA) Unconditional dari Perguruan Tinggi tujuan yang ada dalam daftar LPDP.
4.
Jika tidak memiliki LoA Unconditional (a.3), pendaftar wajib memiiki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimum 3,00 pada skala 4 dan memiliki dokumen resmi bukti penguasaan bahasa Inggris yang diterbitkan oleh ETS (www.ets.org) atau IELTS (www.ielts.org) yang masih berlaku atau bahasa asing lainnya yang ditentukan LPDP:
a.
Untuk studi program Magister di dalam negeri, skor minimal: TOEFL ITP® 500/iBT® 61/IELTS™ 6,0/TOEIC® 600.
b.
Untuk studi program Magister di luar negeri, skor minimal: TOEFL ITP® 550/TOEFL iBT® 79/ IELTS™ 6,5/TOEIC® 750.
c.
Butir a) dan b) dikecualikan bagi mereka yang menyelesaikan pendidikan tinggi yang menggunakan bahasa pengantar akademik bahasa Inggris atau bahasa internasional yang diakui oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Duplikat ijasah digunakan sebagai pengganti persyaratan TOEFL, dengan masa berlaku 2 (dua) tahun sejak ijasah diterbitkan.
d.
Untuk studi program Magister di luar negeri pada Perguruan Tinggi yang bahasa pengantar akademiknya non-bahasa Inggris atau bahasa internasional yang diakui oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dapat menyesuaikan dengan persyaratan kemampuan bahasa yang berlaku.
5.
Jadwal rencana perkuliahan dimulai paling cepat 6 (enam) bulansetelah penutupan pendaftaran di setiap periode seleksi.
6.
Sanggup menyelesaikan studi program magister sesuai masa studi yang berlaku, paling lama 2 (dua) tahun,
7.
Memiliki dokumen resmi TPA/GRE/GMAT/LSAT (jika ada),
8.
Menulis rencana studi sesuai program studi magister pada perguruan tinggi tujuan.
b.
Untuk pelamar beasiswa program Doktoral
1.
Usia maksimum pelamar pada 31 Desember di tahun pendaftaran adalah 40 (empat puluh) tahun;
2.
Telah menyelesaikan studi pada program magister/magister terapan;
3.
Mempunyai Letter of Acceptance (LoA) Unconditional dari Perguruan Tinggi yang ada dalam list LPDP.
4.
Khusus untuk butir (b.3) jika tidak memiliki Letter of Acceptance (LoA) Unconditional, pendaftar wajib memiiki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimum 3,25 pada skala 4, atau IPK ekuivalen untuk skala lainnya dan memiliki dokumen resmi bukti penguasaan bahasa Inggris yang diterbikan oleh ETS (www.ets.org) atau IELTS (www.ielts.org) yang masih berlaku atau bahasa asing lainnya yang ditentukan LPDP:
a.
Untuk studi program Doktoral di dalam negeri, skor minimal:TOEFL ITP® 500/iBT® 61/IELTS™ 6,0/TOEIC® 600.
b.
Untuk studi program Doktoral di luar negeri, skor minimal: TOEFL ITP® 550/TOEFL iBT® 79/ IELTS™ 6,5/TOEIC® 750.
c.
Butir a) dan b) dikecualikan bagi mereka yang menyelesaikan pendidikan tinggi yang menggunakan bahasa pengantar akademik bahasa Inggris atau bahasa internasional yang diakui oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Duplikat ijasah digunakan sebagai pengganti persyaratan TOEFL, dengan masa berlaku 2 (dua) tahun sejak ijasah diterbitkan.
d.
Untuk studi program Doktoral di luar negeri pada perguruan tinggi yang bahasa pengantar akademiknya non-bahasa Inggris atau bahasa internasional yang diakui oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dapat menyesuaikan dengan persyaratan kemampuan bahasa yang berlaku.
5.
Jadwal rencana perkuliahan dimulai paling cepat 6 (enam) bulansetelah penutupan pendaftaran di setiap periode seleksi.
6.
Sanggup menyelesaikan studi doktoral sesuai masa studi yang berlaku, paling lama 4 (empat) tahun;
7.
Memiliki dokumen resmi TPA/GRE/GMAT/LSAT (jika ada);
8.
Menulis ringkasan proposal penelitian sesuai program studi doktoral pada perguruan tinggi tujuan;
3.
Komponen Pembiayaan
Untuk mendukung kelancaran dan keberhasilan studi lanjut pada program Magister atau program Doktoral di Perguruan Tinggi tujuan, kepada penerima Beasiswa Pendidikan Indonesia tersebut diberikan bantuan dana pendidikan yang meliputi beberapa komponen berikut:
1.
Biaya Pendidikan:
a.
Pendaftaran (at cost);
b.
SPP, termasuk matrikulasi non-bahasa (at cost);
C.
Non-SPP, yang dapat digunakan untuk tunjangan buku, tesis/disertasi, seminar, publikasi, wisuda (paket, per tahun, akumulatif).
2.
Biaya Pendukung:
a.
Transportasi keberangkatan dan kepulangan studi dari asal domisili ke perguruan tinggi tujuan (satu kali, at cost),
b.
Asuransi kesehatan (paket),
c.
Visa (at cost),
d.
Hidup bulanan/living allowance (paket),
e.
Tunjangan keluarga (paket),
f.
Kedatangan/settlement allowance (paket),
g.
Insentif peringkat perguruan tinggi unggulan yang memenuhi ketentuan LPDP,
h.
Keadaan darurat/force majeure yang disetujui oleh LPDP.
4.
Waktu Pendaftaran dan Proses Seleksi
Pendaftaran BPI untuk Program Magister dan Doktoral dibuka sepanjang tahun, dengan proses seleksi yang dilakukan sebanyak 4 (empat) kali.
Pendaftaran BPI dilaksanakan secara online dengan cara mengisi formulir pendaftaran, dan mengunggah semua dokumen kelengkapannya pada laman resmi LPDP di www.beasiswa.lpdp.kemenkeu.go.id.
Tahapan Seleksi BPI adalah sebagai berikut:
1.
Pendaftaran
a.
Pelamar mengisi formulir pendaftaran secara online pada laman resmi LPDP;
b.
Pelamar melengkapi semua dokumen persyaratan serta dokumen pendukung yang relevan, dan mengunggah semua dokumen tersebut pada laman resmi LPDP;
c.
Semua dokumen pada poin 1.b diatas wajib dibawa pada tahap seleksi wawancara bila dinyatakan lulus seleksi administrasi.
2.
Seleksi Administrasi
Pendaftar yang diproses dalam tahapan ini adalah yang telah melengkapi data pendaftaran dan submit di pendaftaran online di setiap periode seleksinya. Seleksi ini merupakan proses pemeriksaan kelengkapan data dan dokumen pendaftar sesuai persyaratan yang berlaku di LPDP.
3.
Seleksi Wawancara, Leaderless Grup Discussion (LGD) dan On the Spot Essay Writing
a.
Peserta yang lulus seleksi administrasi pada pendaftaran online berhak mengikuti seleksi wawancara, Leaderless Grup Discussion (LGD), danOn the Spot Essay Writing.
b.
Dalam tahapan proses seleksi ini, peserta diwajibkan membawaseluruh data dan dokumen asli yang telah digunakan untuk pendaftaran beasiswa BPI. Apabila tidak menyerahkan data dan dokumen tersebut serta dokumen dan data tersebut tidak sesuai persyaratan yang berlaku di LPDP maka tidak diperkenankan mengikuti Seleksi Wawancara, Leaderless Grup Discussion (LGD) dan On the Spot Essay Writing.
c.
Bagi peserta yang tidak lulus Seleksi Wawancara memiliki 1 (satu) kali kesempatan kembali untuk melakukan pendaftaran Beasiswa Pendidikan Indonesia.
4
.
Penetapan Penerima Beasiswa
a.
Hasil penetapan kelulusan seleksi Wawancara, Leaderless Grup Discussion (LGD) dan On the Spot Essay Writing Beasiswa Pendidikan Indonesia disampaikan kepada pelamar yang lulus melalui akun pendaftaran online pelamar, email atau media elektronik lainnya sesuai waktu telah ditentukan oleh LPDP.
b.
Peserta yang dinyatakan lulus menjadi penerima beasiswa akan mengikuti program Persiapan Keberangkatan (PK) sebelum memulai studi di Perguruan Tinggi Tujuan masing-masing. Adapun program ini merupakan karantina khusus berupa penanaman nilai-nilai nasionalisme, kepemimpinan, basic life training, financial literacy, dan sebagainya.
c.
Surat penerimaan masuk perguruan tinggi tanpa syarat (LoA Unconditional) didapatkan selambat-lambatnya 1 (satu) tahun setelah dikeluarkan Surat Keputusan Direktur Utama LPDP Tentang Penerima Beasiswa Pendidikan Indonesia. Jika dalam jangka waktu tersebut tidak terpenuhi penerima beasiswa yang telah ditetapkan maka dinyatakan gugur.
5.
Bentuk Pelanggaran
a.
Penerima beasiswa di kemudian hari terbukti tidak memenuhi syarat mendapatkan Beasiswa Pendidikan Indonesia,
b.
Penerima beasiswa di kemudian hari terbukti melakukan pemalsuan dokumen,
c.
Penerima beasiswa tidak melaporkan perkembangan studinya atau tidak mendapatkan hasil sewajarnya dalam waktu yang ditetapkan;
d.
Penerima beasiswa mengundurkan diri di rentang waktu studi;
e.
Penerima beasiswa dijatuhi hukuman baik perdata ataupun pidana karena melanggar hukum di negara tujuan belajar;
f.
Penerima beasiswa terbukti mendapatkan dana Beasiswa dari funding lain dalam waktu bersamaan;
g.
Penerima beasiswa ditemukan melakukan plagiat;
h.
Penerima beasiswa terbukti mengikuti kegiatan/organisasi yang bertentangan dengan Pancasila dan membahayakan NKRI;
i.
Penerima beasiswa telah menyelesaikan studi dan menolak untuk kembali dan mengabdi untuk Indonesia karena mendapatkan pekerjaan di luar negeri tanpa seizin LPDP.

Wednesday, 22 April 2015

Nomor   : Un.07/R.3/PP.04/1873/2015
Lamp     :
Hal         : Permintaan Mahasiswa Calon Penerima Beasiswa Tahfizh Al-Qur`an Tahun 2015


Sehubungan Dengan Surat Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementeria Agama R.I, tanggal 5 Maret 2015, Tentang Bantuan Pendidikan Beasiswa Mahasiswa Prestasi Akademik (hafizh al-qur`an) Tahun 2015. Maka dengan ini kami Mohon bantuan saudara untuk mengirimkan Nama-nama Mahasiswa Calon Penerima Beasiswa Tersebut.

Syarat-syarat Calon Penerima :
a. Fotocopy Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) Yang Masih berlaku

b. Surat Keterangan dari Wakil Dekan-3 yang menyatakan mahasiswan tersebut tidak sedang menerima beasiswa pada tahun 2015

c. Surat Keterangan dari Wakil Dekan-3 yang menyatakan mahasiswan tersebut hafizh al-qur`an

d. Fotocopy Ijazah atau surat keterangan (Bermaterai) dari ustadz/guru/kyai yang menyatakan      
    mahasiswan tersebut hafizh al-qur`an

e. Fotocopy Rekening Bank Pemerintah (BRI, BNI, atau Bank Mandiri) atas nama calon penerima
    beasiswa

f. Surat keterangan/referensi dari Bank yang menyatakan bahwa rekening mahasiswa calon penerima
    beasiswa masih aktif dan benar.

g. Biodata (CV) yang bersangkutan.

Nama dan Berkas Calon penerima Beserta soft Copy telah kami terima paling lambat Tanggal 30 April 2015, dan diketik dengan format axel (From Terlampir)

Not :
*Bagi Mahasiswa/i UIN Ar-Raniry Yang berminat Silahkan Daftarkan diri anda Ke Prodi Masing-Masing

*Jika ada yang ingin ditanyakan Silahkan Ke Prodi Masing-Masing



                                                                                             Post By Prodi BK FTK UIN Ar-Raniry

Monday, 20 April 2015

Contoh Form EMIS Dosen       
Saat ini penyampaian informasi dituntut cepat dan akurat sehingga proses pengambilan keputusan strategis tidak akan terganggu. Hal inilah yang kemudian mendorong Kementerian Agama membangun suatu sistem manajemen pendidikan yang kemudian dinamakan sebagai Education Management Information System (EMIS).
       Perancangan dan pengembangan EMIS di Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI diawali dengan adanya proyek Peningkatan Mutu Pendidikan Lanjutan Pertama atauJunior Secondary Education Project (JSEP) pada tahun 1994. Perancangan sistem informasi ini disesuaikan dengan kebutuhan dari Direktorat Pendidikan Madrasah akan data dan informasi yang komprehensif tentang dunia pendidikan khususnya pendidikan madrasah sehingga dapat mendukung perannya sebagai sistem pengelola pendidikan madrasah yang sejajar dengan sistem pengelola pendidikan sekolah yang dikembangkan oleh Kementerian Pendidikan Nasional.
       Pada awalnya, EMIS hanya digunakan untuk mengelola data madrasah mulai dari tingkat ibtidaiyah sampai dengan aliyah. Kemudianpada perkembangannya, EMIS diberi tambahan fungsi pengelolaan data Raudhatul Athfal/Bustanul Athfal (RA/BA), Pengawas Madrasah, Pengawas Pendidikan Agama Islam pada Sekolah Umum, Guru Pendidikan Agama Islam pada Sekolah Umum, bahkan sampai ke tingkat pendidikan tinggi (UIN/IAIN/STAIN), Pondok Pesantren, Madrasah Diniyah, TPQ/TKQ, dan Majelis Taklim.
Barikut Ini Adalah Contoh Formulir Data Emis Untuk Dosen yang kami rangkai pada tahun 2015 :


FORMULIR PENGISIAN DATA EMIS DOSEN/NON-DOSEN


*Nama Lengkap                   : ………………………………………
*NIP & NIDN                         : ………………………………………
*Jenis Kelamin                     : ………………………………………
*Tempat/Tgl Lahir                 : ………………………………………
*Alamat                                  : ………………………………………
*Kab/Kota                              : ………………………………………
*Nomor KTP                          : ………………………………………
*Nama Ibu Kandung           : ………………………………………
*Status Kepegawaian         : ………………………………………
*Golongan                             : ………………………………………
*Jabatan Fungsional          : ………………………………………
*SK Awal Sebagai Tenaga Kependidikan;
a.            Nomor SK Awal        : ……………………………………………
b.            TMT SK Awal            : Tanggal,….…., Bulan,………, Tahun,……
*SK Terbaru Sebagai Tenaga Kependidikan;
a.            Nomor SK Terbaru   : ………………………………………………
b.            TMT SK Terbaru       : Tanggal,..……., Bulan,………, Tahun,…
*Instansi Yang Mengangkat: ……………………………………………
*Status Tugas                       : ……………………………………………
*Status Aktivitas Dosen      : ……………………………………………
*Jenjang Prodi Tempat Tugas: …………………………………………
*Nama Prodi Tempat Tugas: …………………………………………
(Nama Bagian/Fakultas/Prodi/Lembaga/Pusat Strategis)
*Mata Kuliah Utama Yang Diampu:
a.            Nama Mata Kuliah Utama  :……………………………………
b.            Jumlah SKS Utama             :……………………………………
c.            Jumlah Mata Kuliah Lain   :……………………………………
d.            Jumlah SKS Lain                :……………………..

*Jabatan Tambahan : ……………………………………………
*Jenjang Pendidikan Terakhir : …………………………………
*Nama Prodi Pendidikan Terakhir : ………………………………
*Tanggal Ijazah Pendidikan Terakhir  : Tgl,…, Bulan,…., Tahun,…
*Sertifikasi Dosen:
*Status Kelulusan Serdos  : ……………………………………
*Tahun Lulus Serdos          : ……………………………………
*Status Penerima Tunjangan Profesi tahun 2013-2014: …
*Besarnya Tunjangan Profesi Per Bulan : Rp. …………………
*Jumlah Judul Buku Yang Pernah Di Tulis: ……………………
*Jumlah Penelitian Ilmiah yang pernah dilakukan: ……………
*Jumlah Artikel Ilmiah Yang Pernah Di Muat Di Jurnal Internasional          : ……

                                                                                 Banda Aceh,……. April 2015


                                                                                  ……………………………
Not :

*Demi Kelancaran Pengisian Data EMIS Mohon Bapak/Ibu Isi Secara Lengkap dan Benar



Demikian Contoh Formulir Untuk di Edarkan Ke Dosen. Semoga Bermanfaat Untuk Para Pembaca Sekalian.

FORMULIR PENGISIAN DATA EMIS MAHASISWA

*Nama Lengkap                      : ……………………………………………………….
*NIM                                        : ……………………………………………………….
*Jenis Kelamin                        : ……………………………………………………….
*Tempat/Tgl Lahir                   : ……………………………………………………….
*Alamat                                   : ……………………………………………………….
Kabupaten                               : ……………………………………………………….
*Provinsi                                  : ……………………………………………………….
*Negara Asal                           : ……………………………………………………….
*Masuk Perguruan Tinggi       : Tgl,…………., Bulan,……………., Tahun,………..
*Status Keaktifan                    :          Aktif                  Tidak Aktif
*Tanggal Aktif                         :  Tgl,…………., Bulan…………., Tahun,……………
*Jenjang Pendidikan               : ……………………………………………………….
*Nama Fakultas                      : ……………………………………………………….
*Nama Program Studi                        : ……………………………………………………….
*Semester Yang Dijalani         : ……………………………………………………….
*Asal Pendidikan Sebelumnya: ………………………………………………………
*IPK Terakhir                          : ……………………………………………………….
*Nama Ortu/Wali                    : ……………………………………………………….
a.    Ayah/Wali                    : ……………………………………………………….
b.    Ibu/Wali                       : ……………………………………………………….
*Penghasilan Ortu/Wali per Bulan : Rp.   ………………
*Pekerjaa Ortu/Wali:
a.    Ayah/Wali                    : ……………………………………………………….
b.    Ibu/Wali                       : ……………………………………………………….
*Pendidikan Ortu/Wali:
a.    Ayah/Wali                    : ……………………………………………………….
b.    Ibu/Wali                       : ……………………………………………………….
*Status Penerima Beasiswa Miskin    : ……………………………………………….
*Status Penerima Beasiswa Bidikmisi : ………………………………………………
*Status Penerima Beasiswa Lain         : ………………………………………………
                                                                        Banda Aceh,….../…………/ 2015
                                                                        Mahasiswa Ybs,


                                                                        ……………………………….
Not :
*Harap Diisi Secara Lengkap dan Benar

*Harap Dikumpul Ke Prodi BK Terakhir Pada Jum`at 03 April 2015 

Tuesday, 23 December 2014

Rasa percaya diri adalah merupakan salah satu hal penting yang harus selalu diasah kemampuannya supaya terus meningkat dan berkembang dengan seiring waktu. Tanpa adanya rasa percaya diri, maka seseorang akan terlihat lebih tertutup (introvert), terlihat gugup, tidak terstruktur serta kerap kali tidak memiliki kemampuan untuk bisa mengekspresikan diri dengan bebas lewat gerakan maupun tutur kata. Terlebih lagi jika harus tampil didepan umum dan disaksikan oleh banyak orang, pasti tidak akan berujung pada hasil yang baik.

Rasa percaya diri memang bisa ditingkatkan dalam jangka panjang. Mungkin Anda sering kali menghadiri seminar dan melihat pembicara atau motivator yang mampu berbicara lantang kepadaaudience-nya dengan sangat bebas dan ekspresif, namun percayalah jika kemampuan mereka tidak didapatkan dengan cara yang instant, akan tetapi melalui proses pembelajaran yang memakan waktu.


Bahkan seorang Perdana Menteri Britania Raya sekelas Winston Churchill pun mempersiapkan dirinya selama berhari-hari saat harus berbicara di depan parlemen Inggris. Ia juga merasakan hal yang sama dengan manusia pada umumnya, kegugupan. Untuk mengatasinya bahkan ia pernah berlatih dengan memasukkan batu kerikil ke dalam mulutnya hanya untuk melatih artikulasi yang baik saat belajar berpidato.


Namun tentunya situasi setiap orang tidaklah sama. Terkadang kita dituntut untuk bisa membangun rasa percaya diri dengan cepat. Misalnya seperti harus memimpin rapat dengan divisi lain di kantor, rapat dengan anak buah dan berbagai macam situasi lainnya yang hanya diberikan sedikit waktu bagi kita untuk membangun rasa percaya diri. Lalu bagaimana solusi dan cara membangun rasa percaya diri dalam sekejap?. Berikut ulasannya.


1. Lemparkan senyuman

Hal pertama yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi rasa gugup dan tidak percaya diri adalah dengan cara melemparkan senyuman ke orang-orang di hadapan Anda. Senyum tidak hanya dilakukan apabila ada hal yang lucu maupun yang membuat Anda merasa senang, lebih dari itu, sebuah senyuman yang tulus juga dapat membuat diri Anda merasa jauh lebih baik karena dapat menimbulkan perasaan positif.

2. Kontak mata lawan bicara

Berikan tatapan yang menyapu ruangan sambil sekali-sekali Anda menatap mata semua orang yang ada ditempat tersebut sambil tersenyum. Senyuman balasan dari orang lain akan menumbuhkan rasa percaya diri di dalam diri Anda dengan cepat. Cara ini juga berlaku saatwawancara kerja. Jangan menundukkan kepala saat berbicara ataupun menatap dengan tatapan yang kosong.

Kontak mata dengan lawan bicara akan segera menghilangkan rasa takut dan mengusir rasa tidak percaya diri Anda. Dengan kontak mata, Anda akan terbebas dari rasa intimidasi maupun rasa stres yang datang seketika pada saat Anda berbicara di depan publik.


3. Berpikir positif

Kendalikan diri Anda dan berpikirlah positif serta katakan dalam diri Anda jika semuanya pasti bisa dilalui dengan baik, bahkan badai sekalipun. Jadi buanglah rasa takut dan suara-suara negatif yang mungkin ada dalam diri Anda kemudian gantikan dengan kalimat yang positif seperti, "ini sangat mudah", "saya pasti bisa" dan sebagainya kemudian gantikan rasa takut tadi dengan rasa percaya diri.

4. Jadi diri sendiri

Untuk menjadi hebat, Anda tak perlu menjadi orang lain yang bukan diri Anda sendiri. Setiap orang adalah pribadi yang unik dan berbeda. Menjadi berbeda itulah nilai plus Anda. Jadilah diri sendiri yang tampil apa adanya, tanpa dibuat-buat atau berpura-pura namun tetap terkonsep dengan baik.

5. Tampil rapi

Sebelum Anda tampil didepan umum, cobalah untuk menyempatkan waktu pergi ke toilet untuk memastikan diri Anda tampil lebih fresh dan rapi. Rapikan setelan baju Anda, rambut, sepatu dan lain sebagainya. Penampilan yang rapi terbukti mampu membangkitkan rasa percaya diri dengan cepat.

6. Awali dengan salam dan doa

Awalilah segala sesuatu dengan doa dan salam, termasuk pada saat Anda diharuskan untuk tampil didepan umum. Berdoa merupakan tindakan yang positif yang bisa membantu Anda untuk melalui segala masalah, bahkan di saat situasi tersulit sekalipun.

7. Bicara dengan suara jelas dan terstruktur

Bicaralah dengan suara yang jelas dan terstruktur. Saat seseorang mampu berbicara dengan lantang dan jelas didepan umum, sesungguhnya ia mendengarkan "suara" yang ada dikepala terlebih dahulu baru kemudian menyampaikannya lewat mulut. Dengan demikian maka penyampaian ide, topik pembicaraan maupun pembahasan akan tersusun dengan sistematis dan terstruktur dengan sendirinya. Coba bayangkan apabila Anda berbicara dahulu baru kemudian berpikir, apa yang kira-kira akan terjadi?.

8. Jangan takut berbuat kesalahan

Kesalahan merupakan hal yang lazim dialami setiap manusia. Tak ada manusia yang sempurna yang benar-benar luput dari kesalahan. Saat Anda tampil didepan umum, cobalah untuk meminimalisir membuat kesalahan. Namun saat terjadi sebuah kesalahan, tetap kendalikan diri Anda dan segeralah meralatnya, kemudian alihkan topik dan jangan berfokus pada kesalahan yang barusan Anda buat.

9. Atur nafas

Seringkali orang yang gugup berbicara dengan intonasi suara yang bergetar, naik turun dan kurang jelas. Nah, untuk mengantisipasi hal ini, cobalah untuk mengatur nafas Anda. Jangan berbicara dengan kalimat yang terlalu panjang karena akan menghabiskan nafas Anda. Aturlah nafas dan bicaralah dengan perlahan namun jelas. Potong-potonglah kalimat yang akan diutarakan dengan penggalan-penggalan kalimat yang masih dapat dicerna dan dimaknai oleh audience yang ada di depan Anda.

Baca juga : http://hmjbimbingankonseling.blogspot.com/2013/02/ulasan-visi-dan-misi-bimbingan-dan.html



Sumber : http://www.berjibaku.com/2014/10/tips-membangun-rasa-percaya-diri-saat.html

Popular Posts